Permata Dambaan Syurga

Bismillaah....

ketika awan-awan mulai menyelaputi birunya langit ranah Klaten...
bintang-bintang bak permata mengemilaukan ranah para penghafal kalaamullaah...
ketika burung-burung berkicau seolah hendak mengharmonikan antar pasukannya,
menjelma menjadi sebuah simphoni pembuka pagi...
 di tepi lambaian daun kelapa...

ketika bumi seolah hendak tersenyum, menantikan para penghuni yang hendak meriasi wajahnya...
lambat laun nan pasti,,, dengan ridhaNya, wajahnya pun kan berubah...
bertanyalah seorang gembala kecil di tengah hijaunya ladang, "siapakah gerangan orang itu yang hendak merubah wajah bumi ini ? ".

"PARA GENERASI IBNU ABBAS", terdengar jawaban lantang dari arah yang tiada sangkanya.

     PPTQ IBNU ABBAS KLATEN (Troso), sebuah lembaga pendidikan yang menjadikan al-Qur’an sebagai penghias hariannya. Berdiri dengan mulianya di hijaunya ranah Troso yang masih memberikan nuansa syahdu setiap harinya, dan selalu ternaungi oleh birunya awan syurga.
     Ibnu abbas merupakan sebuah lembaga pendidikan yang menancapkan 3 kriteria bagi para penuntutnya. Tiada lain melainkan Tahfizh, akademik, dan akhlak. Ketiga pilar tersebut merupakan pilar penyokong utama Ibnu Abbas dalam mencetak generasi-generasi yang akan terbang untuk menaburi bibit-bibit kedamaian dan kesejahteraan di muka bumi ini serta menjadi kunci yang akan membukakan pintu-pintu kebahagiaan di akhirat kelak.
 Tahfizh yang akan menjadi fondasi bagi mereka dalam segala hal.karena kita mengetahui bahwa al-Quran merupakan the key of life. Kehidupan yang sebenarnya tak kan terwujud tanpa berlandaskan fondasi yang jelas. laksana sebuah rumah. apakah rumah yang berdiri megah kan bertahan lama tanpa adanya sebiuah fondasi ? pasti jawabannya tidaklah lain melainkan tidak. Jika rumah saja tak kan berdiri tanpa fondasi yang kokoh, bagaimana mungkin kehidupan yang penuh dengan misteri ini akan terwujud dan berjalan dengan baik tanpa adanya sebuah fondasi yang kokoh ?, pasti jawabannya adalah tidak. Lalu, jika ada yang bertanya, hal apa yang cocok tuk dijadikan sebagai fondasi hidup ? besi yang bertumpuk-tumpukkah? harta yang melimpahkah ? atau emas-emas yang terhampar sejauh mata memandang kah ? tiada jawaban yang patut tuk dijadikan landasan hidup melainkan al-Quran dan Sunnah. maka dari itu PPTQ Ibnu Abbas berusaha untuk dapat menjadikan al-Quran dan Sunnah tertancap pada hati para penuntutnya, agar mereka dapat berdiri dengan kokoh dalam segala situasi, tak tergoyahkan oleh kencangnya tiupan angin, tak terhanyutkan oleh kuatnya terpaan ombak, serta tak meleleh karena teriknya sinar matahari.
      Akademik pun menjadi sayap para penuntutnya. Sebelum zaman bergulir pada era ini. zaman sedang berada di dalam era sastra. Ketika banyak para penyair berlomba-lomba untuk menunjukkan jati dirinya. Akan tetapi pada detik ini, zaman telah bergulir dan tiba di era sains. Dimana seseorang kebanyakan akan membangknag dari suatu kebenaran sebelum hal tersebut terbukti secara nalar dan logika. maka dari itu Ibnu Abbas hendak membuktikan bahwa al -Quran merupakan sebuah kitabullaah yang penuh dengan kebenaran dan hikmah.Jika tidak didampingi dengan akademik sebagai penggali isi dari al-qur'an, maka kita akan kesulitan dalam memahai al-qur'an dan mengamalkannya. Dari sinilah Ibnu Abbas hendak menggali isi dari al –Qur’an dan membekalinya bagi para penuntutnya.
       Akhlaq, merupakan cerminan dari alquran, jika ia memang terfondasikan oleh alquran, maka akhlaqlah yang menjadi cerminannya. Laksa sebuah rumah, jika rumah itu memang memiliki fondasi yang benar, maka terlihat kokoh rumah itu, meskipun badai menempa, maupun tersinari oleh teriknya sinar matahari.
Dengan memiliki minimal 3 pilar ini, diharapkan para generasi ghazi Ibnu Abbas dapat menjadi sosok yang kuat, berprinsip, serta memiliki masa depan yang cerah. Sehingga mereka dapat menjadi pribadi yang bermanfaat untuk nusa, bangsa, dan ummat. Karena pada detik ini, ummat dan dunia sedang membutuhkan para generasi yang akan merubah wajah mereka. Serta dengan izin Allah Ibnu Abbas menjawabnya.
Marilah bersama-sama kita wujudkan ranah yang dirahmati Allah ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur
      



Komentar